Rahasia Hikmah Dibalik Akad

Berapa banyak kisah yang kita dengar orang menghabisi hidupnya karena tidak mampu menyelesaikan masalah. Atau ketika mempunyai masalah, maka diselesaikan dengan narkoba yang justru menambah masalah. Kehidupan berkeluarga juga tidak lepas dari masalah dan tidak jarang berujung perceraian. Sebagai pendidik baik dosen atau guru pun, juga tidak lepas dari masalah, baik ketika mengajar maupun dalam menyelesaikan tugas lainnya. Sebagai mahasiswa juga sering menghadapi masalah, baik persoalan pribadi, organisasi, skripsi hingga disertasi. Tetapi itulah masalah, selalu hadir dalam kehidupan, datang silih berganti.

Sebuah hal yang bisa kita ambil hikmahnya

Sai sendiri merupakan gerakan jalan dan lari antara bukit Shafa dan Marwa, yang dilakukan bolak tujuh kali tempuh menggambarkan tentang sebuah kehidupan dunia yang diwarnai dengan ikhtiar mencari nafkah dan aktivitas bisnis untuk kehidupan. Di dalam Tarbiyah kita akan belajar bagaimana mendidik generasi yang akan merubah masa depan dunia. Hari-hari yang dilalui bersama akan menjadi kenangan yang dapat mengukir sejarah hidup. Memilih jalan untuk melanjutkan menuntut ilmu ketika selesai sekolah wajib 12 tahun merupakan hal yang menakjubkan, berusaha merajut mimpi meraih kemenangan yang hakiki. Sarjana Pendidikan merupakan buih dari hasil pengabdian terhadap pendidikan islam.

Ini bukti yang ditemukan teori Big Bang telah dapat diterima oleh masyarakat ilmiah di seluruh dunia dan sesuai dengan apa yang telah diberitakan Allah SWT dalam Al-Qur’an, yang diturunkan sekitar hampir 15 abad silam. Semua kejadian dan peristiwa di dunia ini tentu memiliki hikmah yang dapat kita petik. Kita berfikir positif dalam menghadapi wabah virus Corona serta berikhtiar mencegahnya.

Merayakan Maulid Nabi ini dapat dilakukan dengan membaca sholawat dan melakukan hal-hal kebajikan lain seperti santunan kepada anak yatim. Hikmah lain dari mengonsumsi makanan dan minuman halal adalah agar mendapat ridha Allah SWT. Dengan begitu, semua yang masuk ke dalam tubuh adalah hal-hal bersih. Seorang muslim bisa khusyuk dalam beribadah karena memilih jenis makanan dan minuman yang halal. Makanan dan minuman halal sendiri tidak melulu soal jenis makanannya, namun halal atau haramnya makanan serta minuman bisa dinilai dari cara kita mendapatkanya hingga cara mengkonsumsinya.

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, ada beberapa hikmah yang bisa kita petik. Seperti contohnya, sekarang kita sangat dianjurkan untuk selalu mencuci tangan guna mencegah penularan Covid-19. Seorang dokter speasialis penyakit dalam di Makassar bernama Dr.dr. Luthfi Parewangi SpPD, mengatakan bahwa “ Virus Corona dapat cepat hancur dengan air, apalagi kaum muslimin lima kali dalam sehari semalam berwudhu dengan membersihkan mulut dan hidung”.

Di sinilah dapat diketahui bahwa ternyata perintah qiyamu lail muncul lebih dulu dibandingkan dengan salat fardhu. Begitulah seterusnya selama kurang lebih 23 tahun, ayat-ayat al-Quran terus turun hingga mewujud dalam hafalan-hafalan Rasulullah dan para sahabat. Namun ayat-ayat al-Quran tersebut sampai wafatnya Rasulullah belum terhimpun dalam satu mushaf dan masih terpisah-pisah baik dalam pelepah kurma, batu, kulit binatang dan sebagainya. Mengambil pelajaran atau hikmah dari kehidupan dapat membuat seseorang merasa bersyukur atas apa yang dimiliki.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengambil hikmah dari Pilkada DKI Jakarta. Karena itu, manusia tidak boleh sombong dan takabbur dengan kekuasaan yang digenggamnya, dengan ilmu pengetahuan yang dikuasainya, dan dengan harta yang dimilikinya. “Teknologi yang bebas nilai ibarat pisau dapur dibuat tergantung digunakan untuk apa, nilainya ditentukan dari penggunanya, manusianya. Jadi, dulu kita katakan bahwa teknologi itu bebas nilai, nilainya tidak pada teknologinya tetapi pada orang yang memanfaatkan teknologi itu. Apabila kita berpikir atau merenungkan lebih jauh ketika kita memikirkan bahwa teknologi yang sophisticated, yang sangat canggih, ini sudah agak sulit kita memisahkan apakah teknologi ini punya mengandung nilai atau tidak,” jelasnya.

Dalam postingan tersebut, tak hanya mengenai kekuasaan Allah yang ia ambil sebagai hikmah. Tetapi juga ketidakberdayaan manusia terhadap sesuatu, khususnya ketika pandemi COVID-19 datang semua yang dimiliki tak akan berguna. “Siapa pun orang yang diberi hikmah, maka berarti dia mendapatkan kebaikan yang banyak,” begitu kata Al Quran. Itu ungkapan yang sering kita dengar, menanggapi suatu peristiwa dalam kehidupan nyata. Jakarta (29/4) — Bulan Ramadan kali ini adalah Ramadan kedua yang dijalankan dalam suasana pandemi Covid-19. Masih adanya wabah menyebabkan berbagai tradisi di bulan Ramadan masih dibatasi, seperti salat tarawih dengan pembatasan jamaah, sampai tidak diperbolehkannya mudik lebaran.

“Tumbuhnya empati dan solidaritas saat pandemi ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan tidak hanya saat krisis, tapi juga saat krisis berlalu,” kata Nadiem. Unggahan Mari Baca menjadi ruang mengulas beberapa buku dalam bentuk micro blog. Pada unggahan tersebut para pembaca akan diberi ulasan sederhana sebuah buku bacaan, dilanjutkan dengan hikmah yang ada di dalam buku tersebut. Ia juga mengajak masyarakat selalu mematuhi imbauan pemerintah dan ulama. Namun, ia mengajak masyarakat untuk selalu melihat hikmah di balik itu semua. Oleh karena, ia berharap, dengan semakin kompaknya pimpinan di setiap daerah dan masyarakat maka akan banyak hal baik yang dapat diperoleh pada masa yang akan datang.